Saturday, July 21, 2012

The Message

I've made a thousand of words, couple of songs, bunch of pictures, I made it all just for you.
I can't give you anything but my voice which will keep you safe when I'm away, keep me close to you, and keep whispering inside your ears when you miss me.

My feeling about you, messages about it.
I wrote them all and make it as a song.
Keep it safe, so I'll be there whenever you miss me.
No need to worry.

And you know what? I always think that wasn't enough to keep me close to you. But it's okay, please let me be the one and only to sing you to sleep, to cheer you up when you're fall, to make you laugh when you're down.

People always tell me that "Love is always fading away", but not in our story. Everything that happens inside our book is a story to be told. I can't promise you anything because I won't. But promise me one thing.

"Don't ever let love fade away"

Friday, January 13, 2012

Resah




Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu

Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar
Di atas sini melayang-layang
Tergoyang angin menantikan tubuh itu

-------------------

Payung Teduh - Resah

Thursday, January 12, 2012

Empty

Actually, I wanna write a lot.
But then I realized there's nothing much to tell about.

Wednesday, January 4, 2012

Sampaikan Salamku Untuknya

Mereka bilang aku akan merindukannya, cepat atau lambat.
Aku bilang pada diriku sendiri, mana mungkin?

Bagaimana bisa aku berteduh di tempat yang sama sementara kita telah berjauhan? Sulit bukan? Sekilas nampak nestapa, namun kucoba jalani hari-hari yang biasa tanpa menoleh lagi ke belakang. Ah, tak sulit nampaknya berlarian setelah ia robek halaman tengah di bukuku walaupun bab nya belum habis.

Namun mereka bilang bahwa aku sudah berlari terlalu jauh.

Tidak, aku tegaskan pada diriku sendiri bahwa aku masih bisa berdiri disini, berlari kecil. Aku tidak ingin merindukan masa-masa lalu, aku sudah terlanjur membencinya. Tapi mereka berkata aku tidak boleh menjadikannya sejarah begitu saja. Puluhan lagu hitam dan menusuk sudah menggerayangi otak ku, harusnya aku tak menyesali apapun setelah ini. Aku yakin dia sekarang sudah menemukan konsep bahagia dari apa yang ia dapatkan bersama sahabatnya, berasumsi mungkin aku hanya jadi pengganggu mereka.

Tapi lama-lama kangen juga.

Aku buka lagi satu-satunya media yang pernah mendekatkanku dengannya. Kubuka kontaknya dan kuketik satu huruf, sepertinya takkan apa-apa. Dua huruf, aku ragu mengatakannya. Tiga huruf, apa aku benar? Empat huruf,  bolehkah? Lima huruf, sepertinya lebih baik kutunda. Ya, aku benar-benar merindukannya setelah sekian lama. Tapi mana mungkin ia juga memiliki perasaan yang sama, padahal baru saja aku yakin ia sudah memiliki konsep bahagia yang sempurna bersama sahabat-sahabatnya, kuyakinkan sekali lagi bahwa ia tidak membutuhkan matahari. Lagi-lagi berasumsi.

Dan sekarang aku benar-benar merindukannya.

Usai menulis di senja itu, kunikmati teh hangat seperti biasa. Duduk di kamar dan menoleh ke jendela. Kudengar bunyi kecil itu dan kubuka pesannya. Secara tak langsung dia ingin mengatakan bahwa ia merindukanku. Bertukar kabar kecil, dengan masih menjaga perasaan aku balas pelan-pelan. Aku tak mau diberi perih untuk yang kedua kalinya. Ya, aku hanya bisa merenung dan membalas pesannya sekarang. Aku tak ingin mengganggunya lagi, cukup sejuntai rindu yang tersembunyi saja yang bisa kusematkan pada aksara yang kukirimkan padanya.

Aku merindukanmu, musim panas.




#kangenmantanunite
#kangenmantan
@hurufkecil

Tuesday, January 3, 2012

The Upstairs - Percakapan

Dikau berkostum merah, sumpah menawan
Kemarau putuskanku sedikit terbuka
Dibahu jalan kita berbagi mie instan
Diterpa lampu jalan, ciamik nian

Percakapan kian mengikis malam
Tenggelam kita dalam wacana
Percakapan kian mengikis malam

Kita angkat tema tentang kesempatan
Tekanan orang-orang membuat geram
Juntai semua mimpi serta dirangkumkan
Atau masa depan yang kian menggelikan

Berandai hujan turun menerpa gelap
Kan kau lindungi aku di lengan kanan
Bayangkan ku yang ada di billboard jalan
Tentu kita telah lelap di selimut tebal

-------------------

The Upstairs - Percakapan