Wednesday, January 4, 2012

Sampaikan Salamku Untuknya

Mereka bilang aku akan merindukannya, cepat atau lambat.
Aku bilang pada diriku sendiri, mana mungkin?

Bagaimana bisa aku berteduh di tempat yang sama sementara kita telah berjauhan? Sulit bukan? Sekilas nampak nestapa, namun kucoba jalani hari-hari yang biasa tanpa menoleh lagi ke belakang. Ah, tak sulit nampaknya berlarian setelah ia robek halaman tengah di bukuku walaupun bab nya belum habis.

Namun mereka bilang bahwa aku sudah berlari terlalu jauh.

Tidak, aku tegaskan pada diriku sendiri bahwa aku masih bisa berdiri disini, berlari kecil. Aku tidak ingin merindukan masa-masa lalu, aku sudah terlanjur membencinya. Tapi mereka berkata aku tidak boleh menjadikannya sejarah begitu saja. Puluhan lagu hitam dan menusuk sudah menggerayangi otak ku, harusnya aku tak menyesali apapun setelah ini. Aku yakin dia sekarang sudah menemukan konsep bahagia dari apa yang ia dapatkan bersama sahabatnya, berasumsi mungkin aku hanya jadi pengganggu mereka.

Tapi lama-lama kangen juga.

Aku buka lagi satu-satunya media yang pernah mendekatkanku dengannya. Kubuka kontaknya dan kuketik satu huruf, sepertinya takkan apa-apa. Dua huruf, aku ragu mengatakannya. Tiga huruf, apa aku benar? Empat huruf,  bolehkah? Lima huruf, sepertinya lebih baik kutunda. Ya, aku benar-benar merindukannya setelah sekian lama. Tapi mana mungkin ia juga memiliki perasaan yang sama, padahal baru saja aku yakin ia sudah memiliki konsep bahagia yang sempurna bersama sahabat-sahabatnya, kuyakinkan sekali lagi bahwa ia tidak membutuhkan matahari. Lagi-lagi berasumsi.

Dan sekarang aku benar-benar merindukannya.

Usai menulis di senja itu, kunikmati teh hangat seperti biasa. Duduk di kamar dan menoleh ke jendela. Kudengar bunyi kecil itu dan kubuka pesannya. Secara tak langsung dia ingin mengatakan bahwa ia merindukanku. Bertukar kabar kecil, dengan masih menjaga perasaan aku balas pelan-pelan. Aku tak mau diberi perih untuk yang kedua kalinya. Ya, aku hanya bisa merenung dan membalas pesannya sekarang. Aku tak ingin mengganggunya lagi, cukup sejuntai rindu yang tersembunyi saja yang bisa kusematkan pada aksara yang kukirimkan padanya.

Aku merindukanmu, musim panas.




#kangenmantanunite
#kangenmantan
@hurufkecil

No comments:

Post a Comment