Tuesday, December 13, 2011

Tempat Sunyi Terpencil

Ia duduk, memeluk kakinya, dan berpikir bahwa ia yakin tidak akan pernah bisa memecah kesunyian ini. Berbagai cara ia lakukan untuk bisa tetap hidup namun yang ia dapatkan tetaplah keheningan. Seperti membeku oleh tatapan mata seekor singa liar, ia tetap berada di titik pijak yang sama. Kemudian ia mencoba berdiri dari situ, mengumpulkan keberanian dan coba untuk membuka pintu yang lain tapi memegang gagangnya saja sudah sulit. Berpikir saja pun tak akan bisa keluar kalau tidak dilakukan.

Ia ketakutan, seperti dikendalikan oleh bayangannya sendiri. Perlahan melihat keluar jendela dan ingin rasanya ia memecahkan kacanya. Romansa pada sebuah agoni? Atau hanya sebuah pertikaian kecil antara pikiran dan perasaan? Atau malah hanya sebuah alibi saja untuk mencari cahaya di ruangan tergelap? Ia tersesat didalam sebuah labirin aneh dengan orang asing di atas kepalanya. Tempat ini terlalu gelap dan dingin, tempat ini sunyi dan terpencil, nama tempat ini adalah 'hati'.


-streetlight

No comments:

Post a Comment