Ia ketakutan, seperti dikendalikan oleh bayangannya sendiri. Perlahan melihat keluar jendela dan ingin rasanya ia memecahkan kacanya. Romansa pada sebuah agoni? Atau hanya sebuah pertikaian kecil antara pikiran dan perasaan? Atau malah hanya sebuah alibi saja untuk mencari cahaya di ruangan tergelap? Ia tersesat didalam sebuah labirin aneh dengan orang asing di atas kepalanya. Tempat ini terlalu gelap dan dingin, tempat ini sunyi dan terpencil, nama tempat ini adalah 'hati'.
-streetlight
No comments:
Post a Comment