Tuesday, December 13, 2011

Tempat Sunyi Terpencil

Ia duduk, memeluk kakinya, dan berpikir bahwa ia yakin tidak akan pernah bisa memecah kesunyian ini. Berbagai cara ia lakukan untuk bisa tetap hidup namun yang ia dapatkan tetaplah keheningan. Seperti membeku oleh tatapan mata seekor singa liar, ia tetap berada di titik pijak yang sama. Kemudian ia mencoba berdiri dari situ, mengumpulkan keberanian dan coba untuk membuka pintu yang lain tapi memegang gagangnya saja sudah sulit. Berpikir saja pun tak akan bisa keluar kalau tidak dilakukan.

Ia ketakutan, seperti dikendalikan oleh bayangannya sendiri. Perlahan melihat keluar jendela dan ingin rasanya ia memecahkan kacanya. Romansa pada sebuah agoni? Atau hanya sebuah pertikaian kecil antara pikiran dan perasaan? Atau malah hanya sebuah alibi saja untuk mencari cahaya di ruangan tergelap? Ia tersesat didalam sebuah labirin aneh dengan orang asing di atas kepalanya. Tempat ini terlalu gelap dan dingin, tempat ini sunyi dan terpencil, nama tempat ini adalah 'hati'.


-streetlight

Tuesday, December 6, 2011

Elegi didalam Epigram

Tenang, ini bukan tentang siapa atau apa. Jangan cepat tergelitik. Hanya saja aku menemukan sebuah elegi didalam epigram. Unik? Entahlah, semoga semua ini benar. Setiap bait-nya kubaca pelan, dan ya cepat saja kutemukan sebuah elegi pada epigram-nya, hanya saja dia memperkaya dirinya dengan keindahan yang tertutup sebelah mata (atau berpura-pura?). Mungkin saja warnanya biru, lalu karena saking takutnya ia terjatuh untuk meninggi ia menutupi warna birunya dengan warna hitam dan putih, jadi ia terlihat berbeda.

Pelan-pelan kubaca lagi setiap bait sampai tak ada yang tersisa kecuali gambar, kutemukan lagi sebuah elegi kecil tapi cukup dalam di bait terakhirnya. Ya, dia sangat menyayangi hidupnya, tak ada lagi perang pena. Kurasa jubahnya juga cukup untuk menutupi hujan yang besar nantinya, tapi bukan badai.

Tunggu dulu, memangnya ini pesan? Bukan, ini hanya sebuah lamunan malam. Kalau satu, dua orang saja bisa bahagia, kenapa kita tidak? Pasti ada jalan untuk mencapai 'bahagia' itu, hanya harus samakan perspektif dan konsep saja (perlukah?). Entahlah, semoga semuanya baik-baik saja.

Sekali lagi tenang, ini bukan tentang siapa atau apa.

Thursday, December 1, 2011

Goodbye November, Hello December (2)

Thank God for everything that You gave me on November.
Thank you for the 20th years of blessed life.
And last but not least,
big thanks for bringing back my summer.
See you next year, November.
I would be very glad if summer is still with me on the next November.

Oh yea, well, hello December.
It's just the beginning of the end of this year, right?
:)