Mendekatlah, aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu.
Ingatkah kau tentang semua yang pernah kita bicarakan? Hanya yang buruknya saja? Tak apa, aku tak ada maksud untuk mengungkit yang baik-baik. Tapi coba kau ingat semua yang telah kamu lakukan kepadaku, apakah kau ingat? Hanya yang baiknya saja? Tak apa, aku juga tak ada maksud untuk mengungkit semua hal buruk yang telah kau lakukan kepadaku.
Aku hanya ingin memberitahu bahwa ini adalah sebuah langkah yang besar untuk kita. Kemana sampan ini membawaku, disitulah aku akan berada. Tak hanya terombang-ambing oleh arus lautan yang sesekali akan membuatku mual, tapi sesekali aku akan singgah dan berlabuh di pulau yang kebetulan kutemukan di tengah perjalananku. Kau juga akan begitu kan dengan kapal besarmu? Jangan lagi permasalahkan soal bahagia atau tidak, ini bukan soal itu.
Aku akan baik-baik saja dengan sampanku. Aku juga tidak akan meminta kau untuk tidak menyapaku saat kelak kebetulan bertemu di titik tertentu. Namanya juga kebetulan kan? Aku pun tidak akan lagi menoleh ke pulau dimana kutinggalkan semua hartaku disana. Aku juga sudah tidak ingin peduli walau kenyataannya terkadang aku mencoba untuk tidak mempedulikan kepedulianku kepada harta itu. Tidak ada yang kusisakan, sekarang aku sedang menulis buku baru. Salah satu temanku berkata, "Kapal yang hebat membutuhkan nahkoda yang hebat pula." Disinilah aku lebih di butuhkan. Di perjalananku sendiri menuju entah berantah. Menuju bebatuan yang kelak akan merobek tapak kakiku. Lalu suatu saat aku akan menemukan hartaku lagi. Bukan begitu, bukan?